Artina Prastiwi (22) mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menemukan vaksin penghambat virus H5N1 (flu burung) dalam tubuh unggas. Vaksin yang ditemukan mahasiswi asal Nglipar, Gunungkidul ini berasal dari ekstrak buah Mahkota Dewa yang banyak terdapat di seluruh pelosok Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berkat penemuannya, mahasiswi tingkat akhir UGM ini meraih dua predikat sekaligus dana dalam lomba penelitia yang dilakukan Masyarakat Ilmuwan dan Tehnologi Indonesia (MIPI) di Bogor, akhir Januari 2011 lalu. Dua predikat tersebut adalah juara satu lomba penelitian dan karya penelitian terbaik.
"Tumbuhan Mahkota Dewa banyak terdapat di berbagai wilayah di DIY, bahkan melimpah. Selama ini vaksin flu burung semuanya berbahan kimia. Selain mahal, itu juga berdampak buruk pada unggas yang divaksin, sehingga saya berupaya menciptakan temuan vaksin dari bahan herbal," paparnya saaat berbincang di UGM, Kamis (3/3).
Menurutnya, ekstrak buah Mahkota Dewa mengandung senyawa saponin yang berfungsi untuk menghambat perkembangan virus flu burung. Senyawa ini dalam dosis yang tepat bisa menghambat virus mencapai 87 persen. "Melalui beberapakali penelitian, akhirnya saya temukan dosis yang tepat untuk menghambat virus tersebut secara efektif dalam diri unggas," tandasnya.
Kadar saponin yang dibutuhkan untuk menghambat perkembangan virus tersebut adalah 10 miugram/mililiter (ml). Vaksin yang digunakan untuk disuntikkan ke unggas sendiri hanya 0,2 ml.
-yahoo news-
Mahasiswi UGM Temukan Vaksin Flu Burung Dari Buah Mahkota Dewa
yudhi XIII, Jumat, 04 Maret 2011Lapan Luncurkan Roket di Pulau Enggano
yudhi XIII, Kamis, 24 Februari 2011 Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menetapkan tiga titik lokasi paling cocok untuk peluncuran roket pembawa satelit yang sedang dikembangkannya. Ketiga daerah yakni Tanjung Komang, Kiyoyo, dan Tanjung Laboho, semuanya di Bengkulu.
Lokasi tersebut semuanya berada jauh dari pemukiman warga, tepatnya di daerah Selatan Pulau Sebalik atau berada di selatan Pulau Enggano. Daerah tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman penduduk yang berada di utara Pulau Enggano dan dekat dari permukaan laut..
"Lokasi disepakati berada pada ketinggian 20 meter dari permukaan air laut, sehingga lebih aman dan efektif bagi peluncuran" kata Kepala Balitbang Provinsi Bengkulu Winarkus, di Bengkulu, pekan lalu. Menurutnya, penetapan lokasi itu atas persetujuan bersama Balai Penelitian Pengembangan, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Dishubkominfo, dan BKSDA Bengkulu.
Namun, jalan menuju lokasi peluncuran roket itu belum didukung infrastruktur jalan dan listrik, meskipun lahan yang dibutuhkan cukup satu hektare ditambah lahan penyangga sebagai daerah pengaman sekitar 200 hektare. Lahan di Tanjung Laboho termasuk kawasan taman buru yang dilindungi sehingga Balai Konservasi Sumber daya alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu perlu menerbitkan rekomendasi. Di dalam rekomendasi tersebut disebutkan bahwa jalur di dalam taman buru harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari Menteri kehutanan dan DPR.
Sebelumnya Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu Ir HM Nashsya mengatakan, lokasi itu tidak saja untuk satelit tapi juga untuk pengamanan wilayah Barat Pulau Sumatera. Winarkus mengatakan bahwa perakitan dan peluncuran roket akan dilakukan di Pulau Enggano. Selama ini perakitan dilakukan di Serpong Banten dan diluncurkan di Garut.
Satelit yang diluncurkan di Pulau Enggano itu beratnya sekitar 3,8 ton dengan target ke orbit polar, namun belum diketahui ketinggian daya jelajahnya. Biaya pembangunan tempat peluncuran roket sudah disiapkan oleh Lapan dan memerlukan dana sekitar Rp 40 triliun dan saat ini baru tahap survei awal.
"Hasil survei awal akan kita informasikan kepada mereka, nanti mereka akan melakukan pengkajian lebih mendetil, termasuk sosialiasi dengan masyarakat daerah itu, ujarnya."
Kepala Tata Usaha BKSDA Provinsi Bengkulu Supartono mengatakan, tim dari instansinya akan turun ke lokasi Enggano untuk mengecek lokasi yang disepakati sebagai lahan peluncuran roket Lapan.
Read More......Tanaman yang Bisa Mendeteksi Bom Dengan Berubah Warna [ VIDEO ]
yudhi XIII, Selasa, 15 Februari 2011
Ilmuwan Amerika mengembangkan tanaman yang bisa mendeteksi bom. Caranya, mereka "mengajari" protein tanaman untuk mengubah warna saat ada unsur kimia tertentu. Penerapan hasil penelitian bukanlah hal yang susah, misalnya, tanaman itu bisa digunakan melingkari gerbang keamanan. Saat teroris mendekat dengan bahan peledak, seluruh tanaman berubah warna menjadi putih.
Daily Mail melaporkan, tanaman itu bekerja karena reseptor protein dalam DNA tanaman secara alami merespon rangsangan ancaman dengan melepaskan unsur kimia bernama terpenoid untuk menebalkan kulit ari daun, akibatnya daun mengubah warna. Penelitian ini dikerjakan oleh profesor biologis University of Colorado, June Medford bersama markas besar angkatan bersenjata Amerika Serikat, Pentagon. "Tanaman tidak bisa berlari atau bersembunyi dari ancaman, sehingga mereka mengembangkan sistem mutakhir untuk mendeteksi dan merespon lingkungan mereka," kata profesor Medford.
Para peneliti merancang program komputer untuk memanipulasi mekanisme pertahanan alami tanaman dengan "mengajari" reseptornya menanggapi unsur kimia bahan peledak serta polutan udara dan polutan air. Reseptor komputer yang didesain ulang tersebut dimodifikasi supaya berfungsi dalam dinding sel tanaman sehingga mereka bisa mengenali polutan-polutan atau bahan peledak dalam udara atau tanah di dekatnya. Tanaman itu mendeteksi senyawa dan mengaktifkan sinyal internal yang menyebabkan hilangnya warna hijau dan mengubahnya menjadi dedaunan putih.
Kemampuan mendeteksi dari tanaman ini serupa bahkan lebih baik daripada anjing. Sifat deteksi itu bisa digunakan untuk tanaman apapun dan bisa mendeteksi beberapa polutan sekaligus. Profesor Medford dan timnya belum lama ini menerima hibah tiga tahun senilai 7.9 juta dolar dari U.S. Defense Threat Reduction Agency untuk membawa penemuan mereka ke "dunia nyata." Penelitian itu muncul dalam jurnal PLOS ONE.
5 Penemuan Thomas Alva Edison yang Belum Terungkap
yudhi XIII, Sabtu, 12 Februari 2011
Bila Anda lihat tema Google Doodle (logo Google) kemarin, maka Anda akan mendapati bahwa kemarin adalah hari ulang tahun Thomas Alva Edison yang ke-164.
Lahir di Ohio pada 1847, Edison adalah seorang pengusaha sekaligus ilmuwan dan penemu besar Amerika Serikat yang memiliki begitu banyak hasil penelitian. Ia juga pendiri 14 perusahaan termasuk General Electric.
Edison telah mematenkan lebih dari 1000 penemuannya di AS. Hasil penelitian besarnya meliputi lampu bohlam, ponograf (gramofon), kamera bergerak, dan dinamo.
Namun, ada pula penemuan-penemuan yang tak terungkap oleh publik. Situs Gearlog mencatat setidaknya ada lima penemuan Thomas Alva Edison yang belum begitu banyak diketahui orang.
1. Mesin suara (1868)
Jauh sebelum Amerika menggunakan mesin diebold untuk penghitungan suara, Edison sudah menawarkan alat hasil temuannya bernama Vote Recorder. Alat ini menghitung suara dengan model pertanyaan Ya atau Tidak.
Sayangnya, mesin penghitung suara ini memiliki waktu proses yang lambat. Sampai-sampai salah seorang Ketua Komite Kongres berkata, "Bila ada sebuah penemuan di bumi ini yang tidak kita inginkan, mesin inilah dia," katanya.
2. Boneka Bicara (1877)
Tak hanya menemukan fonograf, Edison juga membesut sebuah versi miniatur dari pemutar musik itu, yang kemudian ditempatkan di dalam sebuah boneka.
Fonograf itu kemudian bisa memainkan rekaman sajak untuk anak-anak, sehingga boneka itu seolah-olah berbicara.
3. Baterai untuk Mobil Listrik (1880)
Saat Edison memperkenalkan baterai nikel-besi, ia kemudian memimpikan untuk membuat mobil listrik. Beberapa pembuat mobil seperti Detroit Electric dan Baker Electric, kemudian mengadopsi teknologi yang diperkenalkan Edison itu.
Namun, belakangan dalam sebuah pesta makan malam, Henry Ford memberikan sebuah catatan kecil kepada Edison berbunyi "Mobil listrik telah mati." Setelah itu, perkataan itu terbukti kebenarannya. Mimpi Edison tak pernah kesampaian.
4. Film Frankenstein (1910)
Pada 1891 Edison mematenkan kamera film pertama yang dinamakan Kinematograph. Pada 1910, perusahaannya, Edison Manufacturing Company Studio, membuat film Frankenstein , sebuah film yang ia adaptasi dari novel horor klasik karya Mary Shelley.
5. Telepon untuk Arwah (1920)
Temuan ini adalah salah satu subyek yang masih terus diperdebatkan. Edison sempat memberitahukan kepada beberapa media tentang upayanya untuk menemukan cara untuk menelepon orang yang telah meninggal dunia.
Pada 1921 ia mengklarifikasi hal itu dengan mengatakan kepada New York Times, bahwa penemuannya itu bisa mendeteksi unit kehidupan yang di antara yang mati. Namun, banyak yang mengatakan bahwa Edison gagal total dalam upayanya kali ini. Bila alat ini sudah berhasil ditemukan, mungkin saja yang akan ditelepon paling dulu adalah arwah Edison sendiri.
Ilmuan Temukan Jenis Nyamuk Malaria Baru
yudhi XIII, Senin, 07 Februari 2011
Para ilmuwan baru-baru ini mengindentifikasi jenis nyamuk malaria yang merupakan sub kelompok dari Anopheles gambiae, jenis nyamuk penyebar malaria di Afrika.
Nyamuk baru ini berada di luar klasifikasi sebelumnya, karena bersarang di luar tempat tinggal manusia, tempat para ilmuwan biasa mengambil sampel nyamuk malaria.
Para ilmuwan dari Pasteur Institute, Paris, Prancis, pimpinan Dr. Michelle Riehle menemukan jenis nyamuk baru itu setelah mengumpulkan sampel larva nyamuk dari kolam dan kubangan lumpur di Burkina Faso selama empat tahun. Tim ini kemudian melakukan pengamatan di laboraturium terhadap serangga pengisap darah ini.
Hasil pengamatan menemukan, banyak perbedaan antara nyamuk baru ini dengan nyamuk Anopheles gambiae yang telah diketahui sebelumnya. Kekhawatiran juga bertambah setelah tim melakukan pengembangbiakan beberapa generasi nyamuk tersebut dan menemukan bahwa jenis nyamuk baru ini lebih rentan terhadap parasit malaria dibandingkan nyamuk yang bersarang di dalam ruangan.
Berdasarkan hasil penelitian itu, para peneliti menduga jenis nyamuk baru tersebut merupakan perkembangan terbaru dari evolusi nyamuk. Oleh karena itu, mereka mendesak penyelidikan lebih lanjut untuk dapat mengambil tindakan antisipasi dalam mengontrol penyakit malaria. Selain itu, mereka juga menekankan perlunya strategi baru dalam pengambilan sampel larva atau nyamuk sehingga dapat menghasilkan temuan yang lebih lengkap.
Di sisi lain, penelitian untuk mengetahui lebih detil mengenai penyebaran malaria di suatu daerah, sebuah proyek multinasional (AvecNET) dengan dana 12 juta euro juga diluncurkan. Penelitian yang dipimpin Liverpool School of Tropical Medicine itu bertujuan mengungkap apa yang menjadi mangsa nyamuk malaria, kapan waktu mereka makan, di daerah mana saja, dan apakah mereka memang menular serta apakah nyamuk yang bersarang di luar rumah juga berperan dalam penularan malaria.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 200 juta kasus malaria di seluruh dunia setiap tahun. Penyakit ini merenggut nyawa ratusan ribu orang per tahun dengan korban terbesar ada di Afrika. Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
Ilmuwan Temukan 450 Planet Baru
yudhi XIII, Jumat, 02 Juli 2010
Ternyata sejak tahun 1995 para ilmuwan telah melakukan penelitian terhadap alam semesta. Hasilnya, mereka menemukan sekira 450 planet baru yang terletak di luar tata surya.
Dari peneltian tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa ada planet yang sudah sangat tua, bahkan sampai ada yang mirip sekali dengan bumi. Ilmuwan menyebutkan primeval world, atau planet tertua yang usianya sekitar 12,7 miliar tahun.
Dilansir Space.com , para ilmuwan tersebut memperkirakan planet tersebut terbentuk sebelum bumi, dan hanya berbeda 2 miliar tahun dari kejadian Big Bang. Oleh ilmuwan, hal ini bisa diasumsikan bahwa kehidupan mungkin sudah terjadi lebih awal.
Sementara itu, ilmuwan tersebut meneliti planet 51 Pegasi B, yang mirip planet Jupiter. Sama seperti Jupiter, Bellerphon memiliki suhu permukaan yang sangat panas dan terletak pada gugus bintang Pegasus. Nama Bellerphon sendiri, menurut mitos Yunani, berarti pahlawan yang menjinakkan kuda bersayap Pegasus.
Sementara planet yang mirip dengan Bumi dikenal dengan nama Gliese 581 C. Akan tetapi, walaupun mempunyai kesamaan dengan bumi, ukuran planet tersebut separuh lebih besar dan lima kali lebih padat ketimbang bumi.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami apakah ada kehidupan di planet yang sama dengan Bumi tersebut.
Ilmuwan IPB Menghasilkan Telur Rendah Kolesterol
yudhi XIII, Kamis, 17 Juni 2010 Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan teknologi penghasil telur tinggi DHA rendah kolesterol. Yakni, dengan memberi pakan ayam dengan suplemen omega-3 yang berasal dari limbah perebusan ikan sardin dan ampas tahu.
"Teknologinya sederhana. Kami hanya memanipulasi pakan yang diberikan pada ayam petelur dengan suplemen omega-3 selama tiga minggu berturut-turut," kata Prof Dr Ir Iman Rahayu Hidayati Susanto MS, di Kampus IPB Baranagsiang, Bogor.
Guru besar pakar unggas tersebut, melakukan penelitiannya bersama Dr Komari, dari Litbang Gizi Departemen Kesehatan Bogor, pada tahun 2005. Formula supleman omega-3 khusus untuk ayam petelur itu, kini sudah memiliki sertifikat paten dengan nomor P 0023652.
Supleman omega-3 tersebut, berbahan baku limbah rebusan ikan sardin dan ampas tahu kering. Limbah itu diemulsi dan dispersikan menjadi ekstrak lemak pekat. Lalu, ekstrak tersebut dicampur ampas tahu yang sudah dihaluskan. Perbandingannya, 1:1.
Dipilih limbah rebusan ikan sardin karena hasil penelitian meninjukan limbah tersebut banyak mengandung omega-3, 6, dan 9 dan kualitasnya lebih bagus dibanding sumber omega-3 dari tumbuhan.
"Suplemen omega tersebut dicampurkan dalam pakan komersial ayam petelur dengan konsentrasi lima sampai sepuluh persen. Pencampurannya dengan cara disemprot atau diaduk," ungkap Iman Rahayu.
Dengan konsentrasi sebesar itu, jumlah asam lemak omega-3 dalam telur meningkat 10 kali dibanding telur ayam biasa. Seratus gram telur ayam dari ayam berpakan suplemen omega-3 mengandung 2.816 miligram DHA (docosahexaenoic acid), sedangkan 100 gram telur ayam biasa hanya mengandung 239 miligram DHA.
Kandungan kolesterol telur ayam berpakan suplemen omega-3 pun lebih rendah 50 persen (147 miligram) dari telur biasa (295 miligram).
Telur ayam kaya omega-3 pun, kuning telurnya lebih pekat warnanya. Selaput kuning telurnya juga lebih tebal dan dapat bertahan diudara tanpa pecah selama 10 sampai 15 menit.
"Ini tentu disukai konsumen atau produsen makanan atau kue tertentu, yang memang sangat membutuhkan warna kuning telur yang pekat atau lebih gelap untuk memperindah penampilan makanan atau kuenya," kata Iman Rahayu.
Telur ini juga kalau diceplok dibuat telur mata sapi, kuning telurnya akan berada ditengah dan tetap bulat. "Itu karena tebalnya selaput kuning telurnya," tambahnya.
Lebih lanjut Iman Rahayu mengatakan suplemen omega-3 itu akan diproduksi dan dipakai unit usaha dan bisnis IPB, yang saat ini tengah menyiapkan perternakan ayamnya. Telurnya akan dijual ke masyarakat dengan kemungkinan merek dagang adalah "Telur Omega-3 IPB".
Selanjutnya, IPB juga akan memperbanyak produksi suplemen omega-3 khusus untuk pakan ayam petelur tersebut, yang siap pakai, untuk dijual kepada umum.
"Kami juga ingin menawarkan formula suplemen tersebut kepada industri perternakan. Bisnis telur kualitas prima (mengandung Omega-3) sangat menjanjikan. Telur ayam biasa saat ini Rp 700 sampai Rp 750 per butir, telur beromega-3 harganya Rp 1.500 samapi Rp 2.100 per butir," kata Iman Rahayu.
Read More......Thomas Alva Edison : "Memandang Positif Segala Hal"
yudhi XIII, Minggu, 04 April 2010“Jenius adalah 1 persen ide cemerlang dan 99 persen kerja keras”
Thomas Alva Edison, seorang penemu terbesar di dunia, menemukan sekitar 3000 penemuan dan 1.093 diantaranya telah dipatenkan. Edison dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat dari pasangan suami-Istri Samuel Ogden seorang tukang kayu dan Nancy Elliot seorang guru. Keduanya merupakan keturunan Belanda. Pada usia 7 tahun, edison kecil pindah ke kota Port Huron, Michigan dan bersekolah di Port Huron. Namun tidak lama, 3 bulan kemudian ia dikeluarkan dari Sekolah karena menurut gurunya “Dia terlalu bodoh” sehingga tidak mampu menerima pelajaran apa pun, dia pun sering dipanggil idiot oleh gurunya.
Sang ibu, Nancy Elliot memutuskan untuk berhenti sebagai guru dan kemudian berkonsentrasi mengajari Edison baca tulis dan hitung menghitung.
“My mother was the making of me. She was so true, so sure of me; and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”
Begitulah perkataan Edison kecil yang menunjukkan motivasi dalam diri Edison yang cukup kuat dalam belajar. Setelah dia bisa membaca, Edison jadi gemar membaca, ia membaca apa saja yang dapat dijumpainya ia membaca ensiklopedia, Sejarah Inggris, Kamus IPA karangan Ure, Principia karangan Newton dan juga Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker. kegemarannya yang menonjol adalah membaca berpikir dan berkeksperimen.
Pada umur 12 Tahun Edison menjadi penjual koran, permen, kacang dan kue di kereta api, sama seperti penjual asongan yang sering kita temui di kereta api ekonomi di Indonesia. Keuntungan dari berdagang itu sebagiannya dia berikan kepada orang tuanya dan sebagiannya dia simpan sebagai modal. Di dalam kereta api, ia menerbitkan koran Weekly Herald sembari mengadakan eksperimen di salah satu gerbong kereta api, setelah sebelumnya meinta ijin perusahaan kereta api “Grand Trunk Railway”.
Pada suatu malam Edison tidak sengaja menumpahkan sebuah cairan kimia sehingga menyebabkan sebuah gerbong hampir terbakar. Karena kasus ini Edison ditampat kondektur hingga pendengarannya rusak, kemudian dia dilarang bekerja di kereta api. Namun Edison tidak menganggap pendengarannya yang rusak sebagai cacat, namun justru dia menganggapnya secara positif sebagai sebuah keuntungan sehingga ia memiliki lebih banyak waktu untuk berfikir daripada mendengarkan omongan – omongan kosong.
Pada usia 15 tahun Edison remaja menyelamatkan nyawa anak kepala stasiun yang hampir tergilas gerbong kereta api. Karena merasa berhutang jasa, sang kepala stasiun tersebut akhirnya mengajarkan cara pengiriman telegram, Edison hanya memerlukan waktu 3 bulan untuk menguasai pelajaran gratis tersebut. Sesudah itu, ia mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf.
Penemuan pertama yang dia patenkan adalah electric vote recorder, namun karena tidak laku, Edison akhirnya beralih ke penemuan yang lebih komersial. Edison kemudian menemukan stock ticker atau mesin telegraf. Peralatan itu dijualnya dan laku 40.000 dollar Amerika serikat (Sekitar 390 juta rupiah). Edison hampir – hampir pingsan melihat uang sebanyak itu. Uang ini dipakai Edison untuk mendirikan pabrik di Newark dan merekrut 300 orang pekerja sekaligus, disini ia mengembangkan telegraf sehingga mampu mengirimkan 4 berita sekaligus.
Pada umur 29 tahun, Edison mendirikan laboratorium riset untuk industri di Menlo Park, New Jersey. dan dalam 13 bulan ia menemukan 400 macam penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.
Tahun 1877 ia berkonsentrasi pada lampu pijar. Edison sadar bahwa betapa pentingnya sumber cahaya ini bagi manusia. Dia menghabiskan 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk eksperimen lampu pijar. Yang menjadi masalah adalah menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listriknamun tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Tahun 1882, untuk pertama kalinya dalam sejarah lampu-lampu listrik di pasang di jalan-jalan dan di rumah rumah.
Sungguh patut direnungkan ketika saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab:
“Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa yang disebut dengan kegagalan”
Ketika dia telah banyak sekali mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab:
“Dengan Kegagalan Tersebut, Saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala”
This Amazing!!, Edison memandang sebuah kegagalan sebagai sebuah hal yang sangat positif. Kegagalan bukan kekalahan tapi sebagai sebuah keuntungan. Cara memandang yang positif ini membuat Edison mampu meyakinkan orang lain untuk tetap mendanai proyeknya meskipun gagal berulang – ulang kali. Mungkin prinsip Edison inilah yang patut kita terapkan dalam kehidupan kita sehari. Bahwa sebenarnya kita tidak pernah mengalami kerugian, dan sesungguhnya kerugian itu bermula dari sikap dan cara pandang kita sendiri yang negatif.
Edison telah banyak menghasilkan berbagai penemuan yang sangat berharga bagi perkembangan umat manusia. Telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak adalah beberapa dari penemuan Edison.
Melewati tahun 1920-an kondisi kesehatannya kian memburuk dan Thomas Alva Edison meninggal dunia tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.
Read More......






